DUMAI (RIAUSKY.COM)- Rumah dinas Wali Kota di Putri Tujuh dan ruang kerja Walikota Dumai Zulkifli AS di Baganbesar digeledah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (26/4/2019) pagi hingga menjelang siang tadi.
Penggeledahan dilakukan sejak sekitar pukul 10 pagi tadi di rumah dinas. Tampak sejumlah aparat kepolisian berjaga di sekitar lokasi, sementara sejumlah petugas penyidik KPK memasuki rumah dinas berwarna biru laut itu.
Dari pantauan, setidaknya ada dua unit mobil yang memasuki pekarangan rumah dinas wali kota Dumai. Mereka tanpak membawa beberapa buah koper yang diduga akan digunakan untuk menyita sejumlah dokumen dan barang bukti.
Tak hanya di rumah dinas wali kota, petugas KPK juga melakukan penggeledahan di ruang kerja wali kota Dumai di kompleks kantor wali kota di Tuanku Tambusai Baganbesar.
Petugas KPK tampak datang sekitar pukul 10.30 dan terlihat masih berada di dalam ruang kerja wali kota hingga pukul 11.30 WIB menjelang salat Jumat.
Tim KPK menggunakan dua mobil Kijang Inova BM 1020 RH dan BM 1685 AB serta didampingi petugas kepolisian Polres Dumai masuk ke rumah dinas walikota Jalan Putri Tujuh.
Sejumlah aparat kepolisian juga bersiaga mengamankan lokasi penyidik KPK melakukan penggeledahan.
Dari laporan sejumlah wartawan, saat penggeledahan berlangsung, Wali Kota DUmai Zulkifli AS sedang berada di rumah.
Pria yng biasa disapa Zul AS ini keluar dari rumah dinas sekitar pukul 11.50, Wako Dumai Zul AS keluar kediaman dengan didampingi ajudannya hendak menunaikan ibadah Sholat Jumat.
"Nanti ya, saya mau Sholat Jumat," kata Zul AS dari dalam mobil yang pergi terburu-buru itu.
Belum ada konfirmasi apapun terkait kegiatan komisi anti rasuah ini di Kota Dumai.
Namun, sejumlah informasi yang beredar di lapangan, penggeledahan tersebut dilakukan KPK dalam menindaklanjuti dugaan praktik suap dalam penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diduga melibatkan sejumlah petinggi daerah, termasuk mantan Bupati Kampar almarhum Azis Zaenal dan Wali Kota Dumai, Zulkifli AS.
Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari penyidik maupun Pemko Dumai terkait penggeledahan itu. Namun, Kota Dumai sendiri dilaporkan mendapatkan alokasi DAK untuk mngadaan sarana air bersih.(R05)